{"id":4449,"date":"2025-08-22T10:44:24","date_gmt":"2025-08-22T03:44:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/?p=4449"},"modified":"2025-08-22T10:45:06","modified_gmt":"2025-08-22T03:45:06","slug":"cara-mengubah-dns-environment","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/cara-mengubah-dns-environment\/","title":{"rendered":"Cara Mengubah DNS Environment di Dewacloud"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pemilik website, kamu dapat melakukan kustomisasi pada websitemu agar pengguna lebih mudah mengunjungi aplikasi atau proyek websitemu dengan cara mengubah DNS <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">environment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">custom <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">domain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila menggunakan layanan PaaS Dewacloud, kamu bisa menerapkan alamat domain eksternal ke situs kamu, bukan URL environment biasanya. Misalnya dari yang semula hanya <\/span><a href=\"http:\/\/www.dewacloud.com\"><span style=\"font-weight: 400;\">dewacloud.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi <\/span><b>my-project.dewacloud.com<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan begitu, pengguna akan langsung menuju proyek websitemu tanpa perlu ke halaman beranda lagi.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Custom <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">domain tentu dapat membantu meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">branding <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terkait aplikasi web kamu di internet sehingga nanti lebih banyak diketahui. Di artikel ini, Dewaweb sudah merangkum langkah-langkah mengganti DNS <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">environment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">custom <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">domain di Dewacloud secara rinci. Langsung simak, ya!<\/span><\/p>\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi sebelum mengganti DNS, mari kita pelajari dulu dasar-dasar terkait <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">custom <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">domain ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>Domain <\/b>&#8211; Merupakan nama yang kamu tentukan untuk mengakses website. Domain juga biasa disebut sebagai alamat, sehingga orang bisa lebih mudah menghafalnya jika hendak mengunjungi situs kamu. Bagian domain paling belakang seperti (.org, .com, .net) merupakan TLD (Top Level Domain), di depan nama tersebut ada SLD (Second Level Domain). Kamu dapat membaca lebih lanjut tentang <a href=\"https:\/\/www.dewaweb.com\/blog\/apa-itu-domain\/#1_Top_Level_Domain_TLD\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perbedaan jenis domain<\/a> di artikel kami.<\/li>\n<li><b>Root Domain &#8211; <\/b>Merupakan gabungan dari TLD dan SLD, tanpa ada subdomain. Root Domain ini sudah mewakili semua situs web kamu. Dan semua situs memiliki root domain-nya sendiri &#8211; sendiri.<\/li>\n<li><b>DNS &#8211; <\/b>Merupakan sistem untuk mengubah nama domain teks menjadi sebuah IP Address. Hal ini digunakan untuk mengidentifikasi atau mencari situs web tersebut. Misal ketika kamu mengetikkan www.mydomain.com pada address bar, alamat IP sebenarnya yang kamu dapat dari server hosting halaman tersebut akan muncul, misal 220.50.240.20. Nah, apabila kamu menuliskan https:\/\/220.50.240.20\/ maka akan muncul situs yang sama juga.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Langkah Mengubah DNS Environment<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah cara mengubah DNS <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">environment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">custom<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> domain di Dewacloud:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menyiapkan domain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan konfigurasi DNS.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menentukan DNS Record.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan bind domain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membeli domain kamu bisa langsung klik <\/span><a href=\"https:\/\/www.dewaweb.com\/domain\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>di sini<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ya! Selanjutnya Mari kita uraikan langkahnya secara lebih rinci satu persatu.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Konfigurasikan DNS Record<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum melakukan konfigurasi DNS Record, ada istilah-istilah yang harus kamu ketahui terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa variasi tipe DNS Record yang dapat dituju ke Dewacloud <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">environment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kamu, di antaranya adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b>CNAME &#8211; <\/b>Untuk memetakan custom domain kamu ke environment domain (nantinya perlu melakukan bind domain pada tutorial di bawah).<\/li>\n<li><b>ANAME <\/b>(apabila didukung oleh DNS Server kamu) &#8211; Untuk memetakan seluruh root domain. Misalnya seperti mydomain.com ke environment domain kamu atau ke root domain yang lain.<\/li>\n<li><b>A Record &#8211; <\/b>Untuk memetakan custom domain ke IP publik kamu (hal ini membutuhkan IP eksternal yang dilampirkan ke environment).<\/li>\n<\/ul>\n<p>[su_note note_color=&#8221;#E8F6FF&#8221;] <b>Catatan : <\/b>CNAME \/ aName DNS record dapat digunakan bersamaan dengan Shared Load Balancer (tanpa IP Publik). Namun, untuk production environment sebaiknya menggunakan IP publik dan mengkonfigurasi A Record.<br \/>\nDalam hal menyiapkan Private Cloud, ketika pemilik platform tersebut mengontrol semua environment, Shared Load Balancer dapat dinonaktifkan. Sehingga penggunaan CNAME sebagai opsi production-ready.[\/su_note]<\/p>\n<p><em>Nah<\/em>, jika sudah paham terkait istilah di atas. Mari kita lanjutkan langkah mengonfigurasi record domain kamu.<\/p>\n<ol>\n<li>Cari domain yang akan kamu pakai pada bagian domain registrar dan klik pada <b>Manage DNS.<\/b> Jika kamu membeli domain di Dewaweb, menu ini dapat ditemukan di <b>Akun &gt; Kelola Domain<\/b>.<br \/>\n<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-39367\" src=\"https:\/\/www.dewaweb.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Manage-domains.png\" alt=\"Manage domains\" width=\"276\" height=\"484\" \/><\/li>\n<li>Klik menu <b>Add Record<\/b>.<\/li>\n<li>Atur jenis domain yang ingin digunakan record, TTL, dan IP or Hostname. Jika kamu ingin menggunakan TLD, kosongi kolom bagian depan nama domain.<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-39365\" src=\"https:\/\/www.dewaweb.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/domain-name.png\" alt=\"binding custom domain dewaweb\" width=\"866\" height=\"586\" \/><\/li>\n<li>Selanjutnya lengkapi kolom record yang sudah dipilih berikut ini.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pada contoh kali ini untuk <b>A Record <\/b>kolom yang harus diisi di antaranya :<\/p>\n<ul>\n<li><b>Host:<\/b> masukan nama host yang sudah ditautkan ke A record. Di sini kami menggunakan TLD, jadi kami biarkan kosong.<\/li>\n<li><b>IP or Hostname:<\/b> Alamat IP publik yang ada di environment kamu.[su_note note_color=&#8221;#E8F6FF&#8221;]<b>Tips:<\/b> Kamu dapat melihat public IP di environment\/node dengan meng-klik tanda panah di sebelah nama environment.<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-39355 size-full\" src=\"https:\/\/dwblog-ecdf.kxcdn.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/public-IP.png\" alt=\"cara mengubah dns - public IP dewacloud\" width=\"789\" height=\"257\" \/>[\/su_note]<\/li>\n<li><b>TTL:<\/b> untuk mengatur berapa lama DNS Server harus menyimpan informasi A Record kamu dalam cache (untuk menunda sebelum pengaturan baru, sehingga jika ada perubahan akan diterapkan lebih lanjut).<\/li>\n<li>Jika sudah diisikan pada kolom, klik <b>Save.<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p>[su_note note_color=&#8221;#E8f6ff&#8221;]<b>Catatan:<\/b> Setiap perubahan yang kamu lakukan pada DNS, dapat memakan waktu sampai 48 jam untuk diterapkan ke seluruh internet.[\/su_note]<\/p>\n<p>Lalu DNS mana yang harus digunakan? Simak penjelasannya terlebih dulu.<\/p>\n<h3>2. <b>Tentukan DNS Record mana yang digunakan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum memutuskan menggunakan yang mana, periksa aturannya di bawah ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>Gunakan <b>A Record <\/b>apabila environment kamu menggunakan IP Publik.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>name1.mydomain.com &gt; 111.111.111.111<br \/>\nname2.mydomain.com &gt; 111.111.111.112<\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>Gunakan <b>CNAME <\/b>apabila kamu ingin menggunakan custom domain ke environment.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>nama1.domainsaya.com &gt; env1.domainhoster.com<br \/>\nnama2.domainsaya.com &gt; env2.domainhoster.com<\/p>\n<ul>\n<li>Gunakan <b>ANAME <\/b>apabila kamu hendak melakukan redirect DNS Zone (root domain) ke yang lain dengan semua subdomain-nya diselesaikan melalui subdomain yang sama.\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li><b>mydomain.com &gt; hosterdomain.com<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Nantinya, setiap subdomain di domain kamu akan diarahkan ke subdomain yang sesuai di layanan penyedia hosting, seperti berikut {subdomain}.domainsaya.com &gt; {subdomain}.hosterdomain.com.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li><b>mynewcompany.com &gt; myoldcompany.com<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Nantinya, kamu dapat mengarahkan semua lalu lintas dari domain lama ke domain yang baru. Dan menjaga semua subdomain tetap sama seperti {subdomain}.perusahaanbarusaya.com &gt; {subdomain}.myoldcompany.com.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li><b>mydomain.com &gt; env1.hosterdomain.com\u00a0<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Nantinya, subdomain dari custom domain tersebut akan mengarah ke subdomain yang sesuai dengan target environment, {subdomain}.domainsaya.com&gt; {subdomain}.env1.hosterdomain. com.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Bind domain ke environment<\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah langkah di atas selesai, selanjutnya adalah melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bind <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">domain ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">environment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ketika kamu tidak menggunakan alamat IP publik (berarti kolom DNS Record points to environment name lewat CNAME atau ANAME). Maka kamu harus melakukan bind domain. Ini akan memerlukan Shared Load Balancers untuk melakukan route traffic dengan benar ke target environment.<\/span><\/p>\n<p>[su_note note_color=&#8221;#E8F6FF&#8221;]<b>Catatan<\/b>: Binding custom domain melalui Dewacloud dashboard tidak diperlukan jika environment menggunakan public IP untuk environment kamu karena traffic yang masuk tak perlu melewati SLB.[\/su_note]<\/p>\n<ol>\n<li>Pilih environment yang hendak kamu bind domain, dan pilih <b>Settings.<\/b><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-39360\" src=\"https:\/\/www.dewaweb.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/bind-domain-environment.png\" alt=\"bind domain ke environment\" width=\"780\" height=\"120\" \/><\/li>\n<li>Selanjutnya pada halaman berikut, pilih <b>Custom Domains <\/b>di bagian sebelah kiri. Dan masukan custom domain tersebut di kolom sebelah kanan, jika sudah klik <b>Bind.<\/b><br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-39361 size-large\" src=\"https:\/\/dwblog-ecdf.kxcdn.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/custom-domain-binding-1024x329.png\" alt=\"cara mengubah dns - custom domain binding dewacloud\" width=\"1024\" height=\"329\" \/><\/li>\n<\/ol>\n<p>[su_note note_color=&#8221;#E8F6FF&#8221;]<b>Catatan : <\/b>Mungkin kamu akan memerlukan waktu beberapa menit sampai setelan URL yang baru diterapkan.[\/su_note]<\/p>\n<h2><b>Sudah Paham Cara Mengubah DNS Environment?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kamu membaca tata cara mengubah DNS <em>environment<\/em> di atas ternyata susah-susah mudah, ya? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, jika kamu sudah berhasil mengubah DNS environment menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">custom <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">domain, kamu bisa mencoba akses domainnya di browser dan lihat apakah bisa masuk ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">environment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">website kamu atau tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun kegunaan mengganti DNS menjadi custom domain pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">environment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">website kamu adalah mempermudah pengguna jika ingin mengunjungi aplikasi web kamu. Perlu diingat jika kamu hendak mengganti DNS maka kamu wajib memiliki domainnya terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu belum memiliki domain, kamu dapat membelinya di Dewaweb dengan harga yang terjangkau! Langsung cek dengan klik tombol di bawah ini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">[su_button url=&#8221;https:\/\/www.dewaweb.com\/domain?utm_source=Blog&amp;utm_medium=blog-btn&amp;utm_id=dwblog&#8221; target=&#8221;blank&#8221; background=&#8221;#F16522&#8243; size=&#8221;7&#8243; center=&#8221;yes&#8221; radius=&#8221;5&#8243; title=&#8221;Cek Promo Dewaweb&#8221; id=&#8221;.blog-btn&#8221; class=&#8221;blog-btn&#8221;]Beli Domain Murah[\/su_button]<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga artikel ini membantumu, ya. Kamu juga bisa membaca kumpulan artikel informatif lainnya di <\/span><a href=\"https:\/\/www.dewaweb.com\/blog\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">blog Dewaweb<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika tertarik, kamu juga dapat mengikuti <\/span><a href=\"https:\/\/www.dewaweb.com\/affiliate-program\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">program afiliasi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Dewaweb ataupun webinar gratis dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.dewatalks.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewatalks<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang pastinya bermanfaat untuk menambah wawasanmu seputar dunia digital dan pengembangan website. Salam sukses!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi pemilik website, kamu dapat melakukan kustomisasi pada websitemu agar pengguna lebih mudah mengunjungi aplikasi atau proyek websitemu dengan cara mengubah DNS environment menjadi custom domain. Apabila menggunakan layanan PaaS Dewacloud, kamu bisa menerapkan alamat domain eksternal ke situs kamu, bukan URL environment biasanya. Misalnya dari yang semula hanya dewacloud.com menjadi my-project.dewacloud.com. Dengan begitu, pengguna&hellip;&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/cara-mengubah-dns-environment\/\" rel=\"bookmark\"><span class=\"screen-reader-text\">Cara Mengubah DNS Environment di Dewacloud<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"neve_meta_sidebar":"","neve_meta_container":"","neve_meta_enable_content_width":"off","neve_meta_content_width":70,"neve_meta_title_alignment":"","neve_meta_author_avatar":"","neve_post_elements_order":"","neve_meta_disable_header":"","neve_meta_disable_footer":"","neve_meta_disable_title":"","footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-4449","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-dev-ops"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4449","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4449"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4450,"href":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4449\/revisions\/4450"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dewacloud.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}